Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penyebab dan cara mengatasi Miss V kendor atau longgar

Sinausehat.com Umumnya jaringan otot miss V akan rileks saat terangsang secara seksual dan hal ini akan memungkinkan ereksi untuk lebih mudah dalam berhubungan intim.


Tetapi, melonggarnya Miss V saat berhubungan intim tidak akan menyebabkan rongga yang cukup besar. Bagian dalam Miss V akan kembali ke bentuk semula ketika selesai berhubungan intim.

Jika Miss V akan rileks atau sedikit melonggar ketika berhubungan intim mengapa beberapa perempuan mengalami rasa sakit dan merasa 'terlalu kencang'?
Sebenarnya ada beberapa kondisi, tapi dua di antaranya adalah ketika sang wanita sedang tertarik dengan seks atau dia tidak memiliki waktu pemanasan yang cukup untuk memungkinkan otot Miss V cukup rileks.

Sebagian besar wanita membutuhkan setidaknya 30 menit untuk pemanasan atau foreplay. Itulah sebabnya berhubungan intim secara santai sangat penting.
Pada waktu-waktu ini organ intim wanita akan menghasilkan pelumas alami yang cukup untuk membuat hubungan intim nyaman.

Selain kedua alasan di atas, ada kondisi medis yang juga memengaruhi ketatnya Miss V saat berhubungan intim, yaitu mengalami perubahan hormon serta menderita vaginismus.


1. Mengalami perubahan hormon

Selama menopause, tubuh wanita mengalami penurunan estrogen, yang dapat menyebabkan kekeringan dan penipisan jaringan Miss V. Akibatnya, wanita mungkin merasakan sensasi sesak atau iritasi saat berhubungan intim. Jika ini terjadi, biasanya dokter akan merekomendasikan pelumas pada Miss V yang dijual bebas, resep krim estrogen atau terapi penggantian hormon.
Bagi sebagian orang, menopause lebih dari sekadar pelumasan. Kadang-kadang Miss V pascamenopause juga mengalami atrofi sedikit yang secara harfiah semakin sempit, kata ob-gyn Susan Khalil, MD , direktur kesehatan seksual untuk Sistem Kesehatan Gunung Sinai.

2. Menderita vaginismus


Ini adalah kondisi ketika otot-otot di dalam Miss V berkontraksi tanpa sadar.
Kontraksi otot membuatnya terasa sakit kapan saja sesuatu dimasukkan ke dalam Miss V, bahkan saat pemasangan tampon.
Sebagian besar waktu, seseorang yang menderita vaginismus mengalaminya sejak pertama kali mereka mencoba melakukan penetrasi. Tetapi dapat juga terasa di lain waktu. Penyebab di balik vaginismus mungkin bersifat psikologis atau akibat trauma emosional. Untuk mengetahui apakah Anda benar-benar mengalami sindrom Miss V kendur, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Setelah didiagnosis dengan sindrom tersebut, ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa Anda pilih. Pengobatan yang Anda jalani biasanya bisa dipertimbangkan sesuai dengan keseriusan kondisi Anda dan berbagai alasan pribadi. Simak berbagai pengobatannya berikut ini.

1. Laser
Kondisi Miss V yang mengendur bisa dipulihkan dengan prosedur peremajaan. Dalam prosedur ini, laser yang diarahkan pada Miss V akan memicu pertumbuhan dan perbaikan kolagen. Miss V pun akan jadi lebih rapat.

2. Terapi hormon
Apabila sindrom yang dialami disebabkan oleh kelainan atau perubahan hormon, Anda mungkin akan dianjurkan untuk menjalani terapi hormon. Biasanya terapi ini ditujukan pada pasien yang sedang dalam masa menopause atau sudah berusia lanjut.

3. Senam Kegel
Senam ini ditujukan untuk melatih otot-otot panggul. Dengan mengencangkan , area Miss V pun jadi lebih kencang. Wanita yang habis bersalin normal dianjurkan untuk menjalani senam Kegel untuk mengembalikan keremajaan Miss V. Senam ini dilakukan dengan cara menahan kontraksi otot panggul (otot yang dipakai untuk menahan laju urin) selama beberapa detik.

Nah, tadi adalah penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi miss V kendor atau longgar oleh Sinausehat.com

Post a Comment for "Penyebab dan cara mengatasi Miss V kendor atau longgar"