Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gejala, penyebab, dan mengenali jenis keputihan pada wanita


    Masalah keputihan abnormal umumnya adalah infeksi bakteri.
Vaginosis bakterialis (VB) dan trichomoniasis.

     keputihan andalah kondisi ketika lendir atau cairan keluar dari vagina, keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembaban organ kewanitaan, ketika seorang wanita mengalami keputihan cairan yang di produksi kelenjar vagina dan leher akan keluar membawa sel mati dan bakteri sehingga bakteri tetap terlindungi dari infeksi.

     keputihan normal dialami wanita selama dalam masih mengalami menstruasi, ibu hamil malah akan lebih sering mengalami keputihan karena perubahan hormon, dan juga wanita yang akan mengalami menopause, barulah akan berkurang.

    harap berhati - hati jika wanita mengalami keputihan dan berubah warna, tekstur serta baunya, kondisi ini dapat menjadi tanda keputihan yang tidak normal yang disebabkan oleh infeksi atau kelainan pada organ reproduksi wanita, keputihan yang seperti ini sering kali merupakan salah satu ciri penyakit kelamin wanita.

GEJALA KEPUTIHAN


    keputihan yang normal akan terlihat dari cairan yang keluar dengan pertanda berikut :


1. tidak berwarna atau berwarna putih
2. tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau menyengat
3. meninggalkan bercak kuning di  celana dalam
4. tekstur cairan keputihan dapat berubah tergantung siklus menstruasi

Untuk keputihan yang abnormal dapat di tandai dengan :


1. Cairan keputihan berbeda warna, bau, atau tekstur dari biasanya
2. cairan keputihan keluar lebih banyak dari biasanya
3. keluar darah setelah berhubungan seksual, atau diluar jadwal haid.

keputihan yang abnormal ini dapat di tandai juga dengan : 


1. gatal pada area kewanitaan
2. nyeri di panggul atau ketika sedang buang air kecil
3. rasa terbakar sekitar vagina

PENYEBAB KEPUTIHAN


    keputihan yang dialami setiap wanita berbeda - beda, mulai dari jumlah cairan yang keluar, hingga warna dan tekstur yang berbeda.
keputihan normal terjadi sebelum 6 bulan mengalami menstruasi pertama kali, kondisi ini dipengaruhi oleh hormon di dalam tubuh.

     selain karena hormon, keputihan juga akan keluar saat wanita mendapatkan rangsangan seksual, menyusui, atau saat stress.

     selain itu, keputihan yang tidak normal bisa disebabkan oleh infeksi, baik karena jamur, bakteri (Vaginosis bakterialis, gonore, clamydia), atau parasit (Trikomoniasis), selain infeksi juga bisa sebagai pertanda dari kanker rahim atau leher rahim.

     bila keputihan yang dialami merupakan awal gejala kanker rahim, maka dokter akan mengajukan untuk melakukan histerektomi atau bedah pengangkatan rahim.

     sebelum mengambil langkah ini, ada baiknya anda tanyakan dulu pada dokter apa saja kekurangan dan kelebihan dari mengambil langkah tersebut.

   ada beberapa faktor yang membuat wanita rentan mengalami infeksi vagina dan menimbulkan keputihan antara lain;


1. mengkonsumsi pil KB atau obat kortikestoroid

2. menderita penyakit diabetes

3. melakukan hubungan seksual tanpa kondom dan sering berganti pasangan

4. menurunnya sistem kekebalan tubuh, misalnya terkena sakit HIV

5. terdapat iritasi di dalam atau di sekitar vagina

6. menipisnya dinding vagina akibat menopause 

7. terlalu sering membersihkan vagina dengan menyemprotkan air mengalir

8. menggunakan sabun atau losion yang berbau wangi dan mengandung bahan kimia

DIAGNOSIS KEPUTIHAN


     untuk menentukan keputihan normal atau tidak normal, dokter akan menanyakan penyebab keputihan, siklus menstruasi dan mengenai hubungan seksual.

      selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan terutama akan memeriksa daerah panggul untuk memeriksa daerah alat reproduksi wanita, seperti vagina, serviks dan rahim.

      serta melakukan pemeriksaan terhadap cairan keputihan apakah mengalami perubahan warna atau tidak, berikut penjelasan :

1. cairan berwarna coklat atau disertai bercak darah, disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur, meskipun jarang namun kondisi ini bisa juga menjadi pertanda dari kanker rahim atau leher rahim.

2. cairan berwarna hijau atau kuning dan berbuih, keputihan ini disebabkan oleh penyakit trikomoniasis

3. cairan berwarna kelabu atau kuning, keputihan ini disebabkan oleh penyakit gonore

4. cairan berwarna putih dan kental, keputihan ini disebakan oleh jamur karena infeksi vagina

5. cairan berwarna putih, abu - abu, atau kuning, disertai bau amis, keputihan ini disebabkan oleh penyakit vaginosis bakterialis

6. cairan berwarna merah muda, keputihan ini diakibatkan karena setelah melahirkan.

Gejala, penyebab, dan mengenali jenis keputihan pada wanita


    keputihan yang tergolong normal tidak memerlukan penanganan medis secara khusus.
kondisi ini dapat diatasi dengan membersihkan area kewanitaan secara rutin, untuk menghilangkan lendir atau cairan.

     sementara untuk mengatasi keputihan yang abnormal dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasari keputihan.

dokter akan memberikan terapi berupa :

1. obat antibiotik seperti clindamycin, untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan. (pil atau oles)

2. obat antijamur seperti clotrimazole, untuk mengatasi infeksi jamur yang menyebabkan keputihan. (krim atau jel, dioleskan pada bagian dalam vagina)

3. metronidazole atau tinidazole, jika keputihan disebabkan oleh parasit penyebab penyakit trikomoniasis.

PENCEGAHAN KEPUTIHAN


     langkah pertama adalah menjaga kebersihan area kewanitaan agar terhindar dari resiko infeksi, cara yang dapat dilakukan sebagai berikut : 

1. bersihkan vagina dengan sabun dan air hangat setelah buang air kecil atau besar, kemudian keringkan, cara ini dilakukan untuk mencegah bakteri masuk dalam vagina ke dalam dubur.

2. hindari menyiram atau menyemprot area vagina dengan air mengalir, karena dengan cara ini dapat beresiko menghilangkan bakteri baik yang melindungi vagina dari bakteri.

3. gunakan celana dalam berbahan katun untuk menjaga kelembaban pada area kewanitaan, hindari menggunakan celana dalam terlalu ketat.

4. hindari sabun atau produk kewanitaan yang mengandung parfum atau bahan kimia, karena dapat menganggu keseimbangan bakteri baik dalam vagina.

5. jagalah kebersihan selama menstruasi, gantilah pembalut setiap 3- 4 jam sekali.

6. tidak berganti pasangan seksual, atau gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual, agar terhindar penyakit menular seksual.

7. lakukan pemeriksaan kesehatan vagina secara rutin ke dokter kandungan.

Nah, tadi di atas adalah penjelasan mengenai gejala, cara mengatasi dan cara mencegah terjadinya keputihan abnormal, selamat mencoba sobat!

Post a Comment for "Gejala, penyebab, dan mengenali jenis keputihan pada wanita"